Site icon Szeto Consultants Blog

Pengertian Inflasi : Cara Menghitung, Penyebab dan Dampaknya

pengertian inflasi

pengertian inflasi

Pengertian inflasi – Ketika kamu mendengar kata inflasi, kamu pasti langsung ingat peristiwa krisis moneter dan kerusuhan pada tahun 1998 ataupun krisis keuangan global pada 2008 silam. Kamu pasti mengaitkannya dengan kenaikan harga barang-barang pokok. Selain itu, kamu juga menghubungkan jatuhnya nilai rupiah terhadap mata uang asing. 

Kamu tidak salah jika memikirkan hal tersebut. Inflasi memang berkaitan erat dengan guncangan situasi ekonomi baik mikro maupun dalam skala nasional. Namun, hal tersebut tentu lebih luas dari pada sekedar kenaikan harga dan nilai mata uang. Beberapa hal bisa memicu terjadinya.

Apa saja pengertian dari inflasi dan bagaimana dampaknya, kita akan bahas dalam artikel ini …

Pengertian Inflasi

Menurut Bank Indonesia, inflasi adalah  suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus. Dalam inflasi, kekuatan membeli kesatuan moneter menurun dalam masa tertentu, yang berlangsung secara terus menerus secara bertahap. Ahli berkata bahwa inflasi telah muncul biasanya terindikasi apabila unsur nilai uang yang didepositokan beredar lebih banyak daripada jumlah barang maupun jasam yang kemudian ditawarkan yang mengakibatkan nilai dari mata uang yang beredar tersebut jatuh dan/atau tidak bernilai lagi. 

Untuk memahaminya dengan sederhana, kata kunci “keseimbangan ekonomi” dapat membantu kamu untuk memetakan konsep inflasi yang abstrak dan luas lebih rasional. 

Mudahnya, inflasi dapat kamu analogikan dengan perumpamaan sederhana. Yakni ketika suatu barang yang kamu miliki tadinya sangat bernilai. Karena segelintir orang saja yang memiliki jumlah barang tersebut. Inflasi kemudian menjadi sangat tidak berharga akibat secara tiba-tiba dan berangsur barang tersebut dapat dimiliki oleh semua orang dengan mudah.

Baca Juga : Apa Itu Pencatatan Dividen Pada Laporan Keuangan?

Cara Menghitung

Dalam hal inflasi yang diakibatkan oleh peredaran mata uang yang tidak seimbang. Barang yang kamu miliki dalam analogi tadi adalah perumpamaan nilai mata uang yang seharusnya beredar secara proporsional dan sebanding dengan besaran aset negara. 

Yang kemudian menjadi dasar nilai mata uang itu sendiri (underlying assets). Dalam menghitung atau mengukur laju dapat digunakan rumus sebagai berikut;

.

Penyebab Utama

Inflasi ekonomi secara umum tidak hanya terkait pada ketidakseimbangan antara peredaran mata uang dengan penawaran barang dan jasa. Terdapat setidaknya 3 penyebab inflasi lainya yang paling umum dan sering menjadi sorotan sebagai pemicu terjadinya inflasi. Tiga penyebab tersebut antara lain adalah:

Ketiga jenis inflasi tersebut sangat berkaitan pada tingkat peredaran barang atau jasa. Terutama terhadap Demand Pull Inflation dan Cost Push Inflation, akibat ketidakseimbangan tingkat peredaran barang atau jasa terhadap besaran jumlah permintaan pasar akan mengakibatkan lonjakan harga yang melaju tajam. Sebagaimana hukum ekonomi permintaan dan penawaran akan berbanding terbalik satu sama lain.

Sedikit berbeda dengan inflasi struktural, yang diakibatkan oleh inelastisitas ekspor dan pasokan persediaan barang pokok dalam negeri yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak dapat dikontrol. 

Bukan hanya karena tingginya permintaan namun secara struktural akibat komoditas ekspor tidak responsif terhadap pasar dunia. Inflasi struktural ini pernah  melanda negara-negara Amerika Latin pada kisaran tahun 1960-an silam.

Baca Juga : Margin Adalah : Istilah Yang Kamu Harus Tahu Dalam Bisnis

Dampak Inflasi

Kemudian, kamu pasti bertanya mengapa hal tersebut dapat mengakibatkan barang-barang menjadi mahal dan membawa dampak buruk bagi perekonomian nasional? Tentu saja jawabannya adalah karena dengan turun atau tidak bernilainya suatu mata uang. 

Maka harga-harga baik barang dan jasa akan berangsur ikut melonjak dan berusaha mengimbangi satuan nilai yang proporsional dengan nilai barang atau jasa terhadap mata uang yang melemah. Oleh karena itu, dalam konteks Indonesia yang merupakan sebuah negara penganut sistem ekonomi welfare-state. 

Yakni negara yang ikut turun tangan dalam perekonomian dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan ekonomi rakyatnya. Negara harus dapat menjaga stabilitas permintaan dan penawaran antara barang/jasa dengan tingkat peredaran uang. 

Oleh karena itulah Indonesia memiliki suatu Bank sentral. Yaitu Bank Indonesia sebagai upaya pemerintah untuk dapat memonopoli perekonomian negara, termasuk di dalamnya tingkat peredaran mata uang.

Salah Kaprah

Dalam hal ini, kenaikan dollar sering dibahas. Namun, ternyata hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar, karena terdapat beberapa unsur lain yang harus terpenuhi. Kamu pasti sering mendengar istilah pasar uang maupun pasar modal. 

Pada dasarnya, uang yang kamu miliki merupakan surat berharga. Sekaligus menjadi bukti bahwa kamu memiliki sejumlah nilai atas sebuah underlying assets yang dijamin dan diinterpretasikan negara kedalam sebuah nominal satuan mata uang.

Karena uang sebagai surat berharga tersebut memiliki nilai ekonomis. Secara tidak langsung maupun langsung, pasar uang memperdagangkan uang. Itulah mengapa seringkali ketika kamu melewati sebuah money changer kamu melihat kurs jual dan kurs beli. Aset tidak semata-mata mempengaruhi nilai jual dan beli mata uang. 

Namun seringkali mengacu pada faktor eksternal ekonomi seperti situasi politik, kerusuhan massal, bencana alam, maupun dugaan-dugaan akibat suatu kabar burung. Mengacu kepada sentimen pasar yang disinyalir sebagai penyebab inflasi. 

tidak semata-mata seluruh lonjakan harga dan jatuhnya nilai mata uang akibat sentimen pasar dapat dikatakan sebagai sebuah inflasi. Inflasi pada dasarnya juga harus memenuhi unsur keberlanjutan dan berlangsung dalam satuan waktu yang tidak pendek.

Kini kamu pasti sudah dapat memahami Inflasi secara general dan mengetahui apa dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi rakyat baik secara makro maupun mikro. Kamu dapat menghindari inflasi secara umum. 

Yakni dengan mengendalikan atau memonopoli ekonomi nasional secara positif dengan tujuan untuk menjaga kestabilan dan elastisitas ekonomi suatu negara. Sebagai contoh, negara Indonesia memiliki Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang bertugas dalam mengendalikan dan memonopoli perekonomian dalam negeri.

Kesyimpulan

Bank Sentral sudah cukup membuat nafasmu sedikit lega. Namun menjadi penting bagi para pengusaha maupun seluruh rakyat secara luas. Terutama dengan penghasilan tinggi dan kepemilikan aset yang besar untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam mengelola dan menyimpan asetnya. 

Apalagi jika aset yang kamu miliki hanya berbentuk uang. Ada baiknya juga bila kamu mempertimbangkan instrumen investasi aset lainnya yang lebih aman seperti emas, tanah, ataupun aset dalam bentuk lainnya. 

Agar apabila kemungkinan terburuknya terjadi inflasi asetmu tidak secara tiba-tiba tergerus nilainya bahkan raib begitu saja oleh adanya fenomena inflasi. 

Nah kamu sudah pahamkan kira-kira seperti apa inflasi yang ada. Secara keseluruhan, kamu sudah mengerti apa yang bersangkutan dengan inflasi. Mulai dari pengertian hingga ke penyebabnya.

Exit mobile version