
Szeto Consultants – Dalam ekosistem bisnis yang bergerak cepat saat ini, ketersediaan produk adalah napas utama dari operasional ritel, manufaktur, hingga distribusi. Namun, tantangan yang sering dihadapi adalah kondisi di mana permintaan pelanggan tidak dapat dipenuhi karena stok barang habis atau yang dikenal dengan istilah stockout. Banyak pelaku usaha yang menganggap remeh fenomena ini, mengiranya hanya sebagai kehilangan satu atau dua transaksi. Padahal, secara finansial dan strategis, stockout cost atau biaya kehabisan stok memiliki dampak domino yang jauh lebih dalam, mulai dari kerugian profit hingga rusaknya reputasi merek di mata konsumen.
Memahami stockout cost bukan sekadar menghitung berapa banyak barang yang tidak terjual hari ini. Ini adalah tentang mengukur potensi kehilangan pelanggan secara permanen. Ketika seorang pelanggan mendapati produk yang mereka cari tidak tersedia, ada kemungkinan besar mereka akan beralih ke kompetitor. Jika pengalaman ini berulang, loyalitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun bisa runtuh dalam sekejap. Oleh karena itu, bagi perusahaan yang ingin menjaga daya saing, memahami cara menghitung dan menekan biaya ini melalui Key Performance Indicators (KPI) yang terukur adalah sebuah keharusan.
Daftar Isi
Apa Itu Stockout Cost dan Mengapa Begitu Berbahaya?
Stockout cost adalah total kerugian yang dialami perusahaan ketika persediaan tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan pelanggan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama: biaya nyata (tangible costs) dan biaya tidak berwujud (intangible costs). Biaya nyata mencakup kehilangan keuntungan langsung dari penjualan yang gagal dan biaya operasional tambahan jika perusahaan harus melakukan pengiriman darurat atau mempercepat produksi (expedited shipping).
Di sisi lain, biaya tidak berwujud sering kali lebih berbahaya karena sulit diukur secara instan. Ini mencakup penurunan tingkat kepuasan pelanggan dan hilangnya kepercayaan distributor. Dalam jangka panjang, stockout yang sering terjadi akan memberikan sinyal kepada pasar bahwa perusahaan Anda tidak reliabel. Dibandingkan hanya mengandalkan sistem lama atau software akuntansi konvensional yang hanya mencatat arus kas tanpa modul manajemen inventaris yang mendalam, perusahaan memerlukan pendekatan yang lebih teknis dan terintegrasi untuk memitigasi risiko ini.
Komponen Utama dalam Perhitungan Stockout Cost
Untuk menekan biaya ini, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa saja komponen yang membentuknya. Berikut adalah beberapa elemen kunci yang perlu diperhatikan:
- Keuntungan yang Hilang (Lost Sales): Ini adalah margin keuntungan yang seharusnya didapatkan jika stok tersedia.
- Biaya Backorder: Jika pelanggan bersedia menunggu, perusahaan tetap mengeluarkan biaya ekstra untuk pemrosesan pesanan ulang, administrasi tambahan, hingga ongkos kirim yang mungkin harus ditanggung perusahaan sebagai bentuk kompensasi.
- Biaya Produksi Darurat: Dalam industri manufaktur, kehabisan bahan baku memaksa lini produksi berhenti. Menyalakannya kembali atau mencari bahan baku darurat dari supplier lain dengan harga lebih tinggi akan membengkakkan biaya produksi.
- Kehilangan Customer Lifetime Value (CLV): Dampak paling fatal adalah ketika pelanggan berhenti berlangganan selamanya.
Menekan Stockout dengan KPI yang Terukur
Manajemen inventaris yang efektif tidak boleh berdasarkan insting semata. Szeto Consultants selalu menekankan pentingnya data dalam pengambilan keputusan. Berikut adalah beberapa KPI yang harus dipantau secara ketat untuk menekan stockout cost:
1. Out-of-Stock Rate (OOS Rate)
KPI ini mengukur persentase waktu atau persentase item yang tidak tersedia saat dibutuhkan. Semakin tinggi angka OOS, semakin buruk performa manajemen rantai pasok Anda. Dengan memantau OOS secara real-time, manajemen dapat segera melakukan replenishment sebelum stok benar-benar menyentuh angka nol.
2. Inventory Turnover Ratio
Rasio perputaran persediaan menunjukkan seberapa sering stok terjual dan diganti dalam satu periode. Rasio yang terlalu rendah menunjukkan stok menumpuk (overstock), namun rasio yang terlalu tinggi tanpa manajemen safety stock yang baik adalah indikator kuat akan seringnya terjadi stockout.
3. Lead Time Variability
Ketepatan waktu supplier dalam mengirimkan barang sangat krusial. Jika lead time sering meleset dari jadwal, maka risiko stockout akan meningkat drastis. Mengukur variabilitas lead time membantu perusahaan menentukan berapa banyak safety stock yang harus disediakan untuk menutupi keterlambatan pengiriman.
Solusi Teknologi: Mengapa Prieds Technology Adalah Jawabannya?
Mengelola rantai pasok yang kompleks, terutama bagi bisnis dengan ribuan SKU (Stock Keeping Unit), mustahil dilakukan secara manual atau hanya menggunakan software akuntansi konvensional yang fiturnya terbatas pada pencatatan debit-kredit. Anda membutuhkan sistem spesialis yang dirancang khusus untuk menangani kerumitan logistik dan gudang.
Prieds Technology hadir sebagai solusi Smart Warehouse Management System (WMS) dan Supply Chain Management (SCM) yang terintegrasi. Dengan Prieds, bisnis Anda dapat melakukan pemantauan stok secara akurat di berbagai lokasi gudang secara serentak. Fitur otomatisasi reorder point dalam Prieds memastikan bahwa sistem akan memberikan notifikasi atau bahkan membuat pesanan pembelian otomatis saat stok mencapai level minimum, sehingga stockout dapat dicegah sebelum terjadi.
Selain itu, Prieds Technology dilengkapi dengan analitik data yang mendalam, memungkinkan Anda memprediksi permintaan di masa depan berdasarkan tren historis. Dengan akurasi data yang tinggi, Anda tidak perlu lagi menebak-nebak berapa banyak stok yang harus disimpan, sehingga modal kerja tidak tertanam pada barang yang lambat laku (slow-moving items) dan tetap tersedia untuk barang yang cepat laku (fast-moving items).
Peran Szeto Consultants dalam Implementasi Sistem
Teknologi secanggih apa pun tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa implementasi dan pemahaman pengguna yang tepat. Di sinilah Szeto Consultants mengambil peran strategis. Sebagai konsultan senior dalam implementasi ERP dan sistem manajemen operasional, kami tidak hanya sekadar menginstal perangkat lunak.
Szeto Consultants membantu bisnis Anda melakukan audit operasional terlebih dahulu untuk memetakan di mana letak kebocoran efisiensi dalam rantai pasok Anda. Kami akan membimbing tim Anda dalam mengonfigurasi Prieds Technology agar sesuai dengan alur kerja spesifik bisnis Anda—baik itu di sektor ritel, distribusi, maupun manufaktur. Melalui pelatihan yang komprehensif, kami memastikan setiap staf gudang dan manajer operasional mampu mengoperasikan sistem dengan mahir, sehingga KPI yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan konsisten.
Kesimpulan: Investasi pada Sistem adalah Investasi pada Kepuasan Pelanggan
Menekan stockout cost bukan hanya tentang menghemat uang, tetapi tentang membangun bisnis yang tangguh dan dapat diandalkan. Dengan menggabungkan teknologi mutakhir dari Prieds Technology dan keahlian implementasi dari Szeto Consultants, perusahaan Anda dapat mengubah manajemen stok dari pusat biaya menjadi keunggulan kompetitif.
Jangan biarkan pelanggan Anda berpaling ke kompetitor hanya karena masalah ketersediaan barang. Mulailah mendigitalkan rantai pasok Anda hari ini. Hubungi Szeto Consultants untuk mendiskusikan bagaimana solusi manajemen gudang dan logistik yang tepat dapat mentransformasi efisiensi bisnis Anda dan menghilangkan biaya kehabisan stok yang merugikan.
💡 Butuh Solusi Sistem Digital Terintegrasi?
Rapikan pembukuan, penjualan, hingga HRD dalam satu sistem yang terintegrasi dengan Odoo ERP. Tinggalkan cara manual yang rentan kesalahan.
Dapatkan layanan Setup, Migrasi Data, hingga Training Odoo profesional dari Szeto Consultants.


